Setelah
pelaksanaan akad nikah pada hari Sabtu, 25 Januari 2014, acara akan dilanjutkan
dengan penyelenggaraan walimatul
urs. Sesuai dengan sunnah Rasul, acara ini akan dilaksanakan secara
sederhana di kediaman mempelai wanita. Rangkaian prosesi walimah akan dimulai
pada pukul 08.00 WIB. Agenda pertama yang akan dilaksanakan adalah prosesi temu[1], di mana akan
ada serah terima dari pihak laki-laki ke pihak perempuan melalui satu orang
perwakilan dari masing-masing pihak, sekaligus penyerahan seserahan dari Semarang. Setelah acara serah
terima selesai, akan dilanjutkan dengan khutbah nikah. Khutbah ini akan diisi
langsung oleh ulama setempat.
Hadist dari annas bin malik, bahwasa-nya nabi SAW.
Pernah melihat bekas kekuningan pada Abdurrahman bin ‘auf. lalu beliau
bersabda: “Apa ini? Ia berkata, wahai Rasulullah sesungguhnya aku telah menikahi
seseorang perempuan dengan mas kawin senilai satu biji emas," beliau
bersabda: “Semoga Allah memberkahimu, selenggarakanlah walimah walaupun hanya
dengan seekor kambing."
Selain
pengantar dari Semarang, pada acara walimah akan dihadiri oleh masyarakat dari
desa sekitar dan sanak saudara. Menurut perkiraan, pada waktu memasuki sholat
dzuhur, acara telah ditutup dengan doa dan para tamu dipersilahkan untuk
menikmati hidangan yang telah disediakan.
________________________________
[1] Temu adalah istilah yang digunakan untuk serangkain prosesi yang dilakukan oleh pengantin laki-laki maupun perempuan sebelum menuju ke pelaminan (pecah telor, cuci kaki, lempar sirih, dll).
